berawa #1

poleng

Pohon besar terbungkus papan catur, dengan bata tersusun rapi, deburan ombak beradu terik matahari, meja sisa keringat pria kekar berkulit terbakar, sembunyi dibalik rimbun daun. Menara kentongan menjulang diatas persimpangan jalan, menggumamkan bagaimana cara tuk pulang. Ceri merah berwarna darah, bernoda getah pohon curian, bersanding nampan perak tersepuh mengkilat, tak boleh lecet, leher empunya masih terantai pada renterir. Seorang wanita dengan kacamata hitam melangkah, dengan topi pet dan rok pendek bunga warna-warni, suara mengusir kunang-kunang ke tengah malam kelam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s